Laman

Kamis, 29 Desember 2011

Saint Loco - Profile

Saint Loco yang beranggotakan 5 orang anak muda kreatif yaitu Joe (Vokal), Berry (MC), nyonk webz(drummer), Iwan (Guitarist), Gilbert (Bassist) adalah sebuah Band Hip Rock Indonesia yang telah berdiri sejak Tahun 2002. Berbekal kemampuan musikalitas yang sangat baik, bukanlah hal yang sulit bagi Band tersebut untuk menembus industry musik Indonesia.

Hal ini dibuktikan dengan suksesnya album pertama mereka “Rock Upon a Time” yang dirilis pada Tahun 2004 dan telah menembus angka penjualan 15 ribu kopi hanya dalam jangka waktu 2 bulan dan mendapatkan penghargaan “Best Rock album” versi majalah Hai.

Dan “Rock Best Of The Year Album” versi i – Radio pada tahun 2005 serta menjadi MTV Exclusive Artist pada bulan September 2006. Di tahun 2006, Saint Loco kembali merilis karya mereka lewat album kedua yang bertajuk “Vision For Transition”.

Lewat album keduanya, Vision For Transition, Saint Loco menawarkan konsep musik yang lebih berani. Dari kulit albumnya (baca: cover) sudah terbaca keberanian Saint Loco dengan memberikan warna-warna berani dan penempatan yang terbilang tidak umum. Untuk isinya, rock yang dibawakan mereka kali ini lebih sing-a-long dibandingkan album sebelumnya meski tensi tonalitas rock mereka tetap tinggi. Dengarkan saja "Kedamaian", sebuah lagu mellow-rock yang menampilkan seorang vokalis bjorky-melankolis, Astrid. Lagu ini dibuka dengan dentingan piano dan dihantarkan dalam beat mid-tempo. Kekuatan lirik bilingual dan karakter vokal Joe dengan Astrid serta MC Berry menambah padu lagu yang menjadi single pertama album ini.

Penggarapan album Vision For Transition ini menempuh masa 7 bulan preproduction serta pengumpulan materi yang dimulai sekitar Agustus 2005 dan dilanjutkan dengan 3 bulan untuk recording dan 1 bulan mixing. Karena hampir seluruh lagu dalam album Vision For Transition dibuat di studio pribadi milik DJ Tius, Saint Loco kali ini merasa bisa lebih mengeksplorasi sound dan berkespresi sebebas mungkin. Dengar saja "Terapi Energi" dari track 2, sebuah lagu yang menampilkan totalitas bermain musik ala Saint Loco. ‘It’s the real Saint Loco’.

Mastering album Vision For Transition ini dikerjakan di sebuah studio bernama Euphonic Masters yang ada di Memphis , Tennese, Amerika Serikat. Ditangani langsung oleh Brad Blackwood, seorang insinyur tata suara kenamaan yang pernah menyabet 9 nominasi Grammy Award dan 6 nominasi Dove Award sejak tahun 1998.

Keberanian lainnya yang ditampilkan Saint Loco adalah permainan emosi lagu per lagu. Jika disimak dari awal runtutan lagu dalam album Vision For Transition ini, Anda akan dibawa banging your head lalu diselingi dengan fase exhaling berganti-gantian. Ini membuat fungsi pendengaran tidak terganggu dengan bunyi-bunyi yang pekak namun Anda akan dimanja untuk menikmati petualangan Vision For Transition ini dengan hati gembira. Mau contoh? Di track 5 kita akan disuguhi permainan kombinasi antara gitar akuistik dan crunch serta synth-string yang membuai yang hadir di lagu "Fallin".

Beat middle di "Fallin" ini hadir sebagai penghantar untuk hentakan di track 6, "Get Up". Setelah lelah moshing dan jejingkrakan, track selanjutnya, "Centro", mengistirahatkan pendengaran dalam instrumentalia tembang passionate-electronica-sound sebelum dipecahkan lagi ditrack berikutnya, "Transition". Maka sayang sekali jika Anda menikmati album ini tidak utuh atau hanya satu atau dua lagu saja.

Musik rock di Indonesia terus berkembang ke arah yang positif, thanks to Godbless! Dan Saint Loco melihat perkembangan ini sebagai motivator mereka untuk bisa berkreasi lebih. Trend musik rock dunia yang kini berkembang dengan memasukkan unsur Rap, Punk, New Wave serta electronica menjadi acuan Saint Loco untuk diterapkan dalam musik mereka. Dengar saja Vision For Transition yang kini lebih minimum aksi solo melodi gitar dan cenderung dominan lewat riff atau blocking gitar dan loop. Konsentrasi album ini pun dipusatkan di lagu yang lebih melodius dan reffrain yang catchy. "Musik metal telah berubah" tandas Saint Loco tegas.

Maka sambutlah salah satu ikon dari regenerasi musik rock tanah air, Saint Loco. Lewat Vision For Transition ini mereka kembali menghentak dan mencoba untuk menelusup kembali dan tampil berbeda dari yang sudah ada.

Kesuksesan Saint Loco tersebut tidak terlepas dari para fans setia Saint Loco yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang tergabung dalam komunitas “Family of Locos” (F.O.L). Hampir setiap pertunjukkannya di berbagai kota di Indonesia selalu dipadati fans-fans setianya. Saint Loco juga didukung oleh produk-produk dari beberapa brand terkenal untuk menunjang penampilannya yaitu, Raven Reich, RockMen, Peter Says Denim, Macbeth, Oakley, New Era, DC Shoes, Radix Guitar, dan masih banyak lagi.

Pertengahan tahun 2008 Saint Loco mendapat kesempatan berkolaborasi dalam projek Band2 se-Asia Tenggara yang menamakan dirinya Project E.A.R (East Asian Revolution). yang menelurkan single "MARABAHAYA" dan "SOUTH EAST A". tidak lama setelah itu, Saint Loco masih sempat merilis single "SANTAI SAJA" SaintLoco melanjutkan perjalanan kariernya dengan Nyonk Webster yang kembali bergabung di awal bulan Oktober 2010 dan juga bergabung dengan Big Indie NAGASWARA sebagai rekan kerja mereka yang baru dalam industri musik Indonesia.

Saint Loco - Terapi Energi

Dream Theater - Profile

Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP). Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.

Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit "Pull Me Under" dan "Another Day". Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity.

Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Namun menjelang akhir tahun 2010, sang drummer Mike Portnoy memutuskan untuk keluar dari band ini, yang kemudian digantikan oleh mike mangini setelah melalui audisi 7 drummer terhebat dunia.

Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica. Album mereka yang berjudul Octavarium dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 2005 dan selain merupakan album studio kedelapan juga mengandung delapan lagu.

Setelah Dream Theater meluncurkan album Live mereka dalam memperingati 20 tahun Dream Theater terbentuk yang berjudul Score yang direkam pada tanggal 1 April 2006 di Radio City Music Hall,US. Mereka kembali bersiap meluncurkan album ke sembilan mereka dengan membawa bendera label record baru yaitu RoadRunner Records, mereka telah merampungkan album Systematic Chaos yang berisi 8 lagu dan akan diluncurkan pada tanggal 5 Juni 2007 di US.Album Mereka yang terbaru "A Dramatic Turn of Events" yang digarap bersama drummer baru mereka, diluncurkan pada pertengahan 2011, dengan hits pertama "On The Back Of Angels".
================================================================== 
Sejarah
==================================================================

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat "majestic". Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang. Pada saat - saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karier di bidang musik atau mengakhiri band Majesty.

Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karier musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.
==================================================================
Karakteristik Lagu
==================================================================
Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa - masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.

Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen - elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut "nugget") tersembunyi di "In the Name of God", yang merupakan sandi morse dari "eat my ass and balls" (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata - kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat - peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal - hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:

Suara dari fonograf di akhiran dari "Finally Free" di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan "The Glass Prison" di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di "As I Am" sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran "In the Name of God" di 'Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan "The Root of All Evil" di album berikutnya, Octavarium.
    Tiga bagian dari "The Glass Prison" di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari "This Dying Soul" di Train of Thought dan dua bagian dari "The Root of All Evil" di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin - poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu - lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson
      Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian - bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu "6:00" dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di "Peruvian Skies", "Blind Faith" dan "Endless Sacrifice"
        Penggunaan notasi yang berulang - ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu - lagu Charles Ives, contohnya:
          • Tema lagu "Wait for Sleep" muncul di "Learning to Live" (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di "Just Let Me Breath" (menit 3:39 dan 5:21)

          • Tema lagu "Learning to Live" muncul di "Another Day" (menit 2:53)

          • Tema lagu "Space-Dye Vest" digunakan beberapa kali di album Awake.

          • Tema pembukaan dari "Erotomania" digunakan di "Voices" di Awake (menit 4:51).

          • Satu dari melodi - melodi di "Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)" diulang di chorus kedua di "Home" dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari "Metropolis Pt 1" just digunakan di "Home". Pada dasarnya, keseluruhan album "Scenes From A Memory" penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen - elemen musikal dari "Metropolis Pt 1" dan "The Dance of Eternity" sebenarnya dibangun dari variasi - variasi elemen musik di lagu - lagu dalam album tersebut.

          • Bagian - baguan dari tiap lagu di album "Octavarium" telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, "Octavarium".
        Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter - karakter angka enam di judul - judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu.

        Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagi dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter - karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak - kotak putih dan kotak - kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano. Lagu "Octavarium" dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan - akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran "Octavarium".
            Analisis detail tentang "nugget" di "Octavarium" (disebut oleh Mike Portnoy sebagai "sebuah nugget raksasa") telah dipublikasikan di sebuah situs independen.
              ==================================================================
              Diskografi "Album"
              ================================================================== 

              When Dream and Day Unite (1989)


              Images and Words (1992)


              Live at Marquee (1993)


              Awake (1994)



              A Change of Season (1995)


              Falling Into Infinity (1997)


              Once in a Live Time (1998)


              Scene from a Memory (1999)


              Live Scene From New York (2001)


              Six Degrees of Inner Turbulence (2002)


              Train of Thought (2003)


              Live at Budokan (2004)


              Octavarium (2005)


              Score (2006)


              Systematic Chaos (2007)


              Chaos In Motion (2007-2008)


              Black Clouds and Silver Linings (2009)


              A Dramatic Turn of Events (2011)
                ================================================================== 
                Anggota sekarang
                James LaBrie
                John Myung
                John Petrucci
                Jordan Rudess
                Mike Mangini
                Mantan anggota
                Derek Sherinian
                Kevin Moore
                Charlie Dominici
                Chris Collins
                Mike Portnoy

                Biografi John Paul Ivan

                Nama Asli: Johannes Paul Ivan
                Tempat/Tgl Lahir: Surabaya, 3 Januari 1971
                Group Band Sebelumnya: Big Panzer, Lost Angels, Boomerang
                Pengaruh musikal: Jimmy Page, Jimi Hendrix, Joe Satriani, Kiss
                Gitar Yang Digunakan: Gibson Les Paul
                ==========================================================

                Sejak SMP Ivan sudah bisa bermain gitar. Ia sering melihat permainan gitar Lucky (nantinya gitaris Power Metal). Gitar pertamanya adalah merk Yamaha yang dibeli dengan harga Rp. 100.000 dimasa itu. Semenjak saat itu ia terus bermain gitar dan berniat untuk menjadi seorang gitaris rock. 

                Ayah satu anak ini mulai belajar gitar sejak umur 15 tahun kala duduk di kelas III SMP di sekolah musik JVC Surabaya. Awalnya, yang dipelajari adalah gitar klasik. Setengah tahun kemudian, ia memutuskan untuk memperdalam gitar elektrik. ''Band yang saya sukai pertama kali adalah Kiss. Saya mengenalnya dari Lucky, gitaris Power Metal yang kebetulan teman satu kelas,'' kata musisi yang menyukai musik Rock & Blues

                Ivan pun membentuk band bersama Henry yang bernama Radd. Kemudian Ivan sempat bergabung dengan beberapa band Surabaya seperti Buldozer. Kemudian bersama Big Panzer sempat merilis 2 single dalam album INDONESIAN ROCK & METAL produksi Harpa Records tahun 1990.

                Pada tahun 1991, Ivan kembali lagi bertemu dengan Henry di group LOST ANGELS yang merupakan cikal bakal BOOMERANG. Demi memperoleh kontrak rekaman, ia bersama bandnya mengikuti Festival Rock Log Zhelebour pada tahun 1993. Penampilan ia dan rekan-rekan berhasil memancing perhatian sang produser Log Zhelebour pemilik label Loggis Records. Akhirnya Boomerang mendapatkan kontrak.

                Bersama Boomerang telah merilis album-album berikut : Boomerang (1994), Kontaminasi Otak 1995, Disharmoni (1996), Segi Tiga (1998), Hard and Heavy (1999), X'travaganza (2000), Terapi Visi dan album baru di tahun 2005 Urbanoustic. Kini ia telah menjadi salah satu gitaris rock yang terpandang di Indonesia. Ciri khasnya adalah rambut kriting, gondrong, liar dipanggung, dan menenteng Gibson Les Paul. Menurutnya dalam bermain gitar ia selalu mencoba memahami bagaimana cara Jimi Hendrix bermain gitar yang menurutnya merupakan satu dari sedikit gitaris yang bisa bermain di luar kepala. Meski terkadang ia tidak sadar bahwa permainannya di lagu-lagu tertentu terinvasi pengaruh dari gitaris-gitaris idolanya. Hal itu diakui oleh Ivan sendiri.


                Selain aktif bersama Boomerang, ia juga ikut membantu pembuatan album band-band lain seperti Sngkenken (grup hard core dari Surabaya), dan Black Forest (band alternatif ska). Dalam memilih gitar, ia juga termasuk gitaris yang maniak menggunakan Gibson Les Paul. Namun ia juga pernah dikontrak oleh Fender sebagai artis yang tampil dalam acara perayaan 50 tahun Fender Stratocaster di beberapa kota besar di Indonesia bersama gitaris-gitaris lainnya seperti Tjahyo Wisanggeni, Andry Franzy, Rama Satria, dll. Di acara itu ia menggunakan sebuah gitar Fender. Ia juga tampil dengan penampilan baru rambut re-bondingnya yang menurutnya membuat ia makin muda kembali. Namun selain itu ia juga tampil cukup lain dalam album terbaru Boomerang. Ia yang dulu menginginkan musik Boomerang lebih keras lagi, kini malah menampilkan lagu-lagu yang lebih ballad dari sebelumnya. Mungkin hal itulah yang menjadi salah satu penyebab ia untuk memutuskan hengkang dari Boomerang.   

                Seiring dengan waktu kesendiriannya, JPI banyak melakukan showcase ngejam bersama teman2 musisi dan dj, dan sempat membentuk band project dengan nama 'JPI Trio'. Pada bulan November 2005, JPI menerima tawaran dari Log Zhelebour untuk gabung (featuring) di band U9, setelah melewati proses negosiasi JPI memutuskan untuk gabung dan segera masuk studio rekaman di Jakarta untuk penggarapan album kedua U9 di awal January 2006. Setelah selesai membuat 3 video klip, album 'Complex' rilis dipasaran pada bulan July 2006, dan JPI siap tour show kembali bersama U9. Selama tahun 2007 JPI banyak melakukan show sendiri, baik dalam featuring di band-band nasional atau internasional, dan beberapa DJ, akhirnya JPI memutuskan untuk lebih berkonsentrasi dalam menyelesaikan debut album solo nya.

                Ivan terbilang gitaris yang suka sekali berimprovisasi. Kala masih sering membawakan lagu-lagu grup lain, misalnya, ia sama sekali tidak mau mencontek begitu saja. Tetapi terlebih dahulu ia akan mengolahnya menjadi bentuk yang lain. Ia mengaku, dengan cara ini merasa enak karena bisa memainkannya dengan hati sendiri. Keuntungan lain, ia dengan cepat mampu mengembangkan tekniknya sendiri.

                Jimi Hendrix adalah musisi yang sangat mempengaruhi permainan laki-laki yang mempunyai hobi travelling ini. ''Saya suka lagu Purple Haze,'' ujar Ivan. Tetapi kala memainkan lagu ini atau lagu-lagu Jimi Hendrix lainnya, Ivan tidak pernah meniru persis teknik permainan Jimi. Tetapi, "Semangatnya yang aku ambil." Selain Jimi Hendrix, Ivan menyebut nama Joe Satriani. Sebagai pengagum, ia sangat menyukai lagu-lagu Joe Satriani. Tetapi, jarang sekali memainkan lagu-lagu Joe. ''Aku terpengaruh oleh nuansa lagunya,'' ungkap suami Maurren ini. Jangan heran jika nuansa musik Joe --tanpa disadari-- hampir selalu muncul dalam lagu-lagu Boomerang, seperti lagu Debu Sahabatku pada album X'Travaganza. ''Ya, muncul dengan sendiri saat membikin lagu,'' ujar Ivan berkilah.

                Pada bulan Ramadhan 2010, publik akhirnya 'diijinkan' untuk mengetahui bahwa JPI sudah menjadi muallaf (beragama Muslim) sejak 4 tahun sebelumnya.Ivan sendiri mengakui pindahnya dirinya menjadi seorang muslim karena sebuah perjalanan spiritual yang sempat dialamimya.
                ==========================================================

                John Paul Ivan telah membuat gitar signature bersama Artrock, yang merupakan pabrikan gitar dalam negeri, dengan desain gitar tak beda jauh dengan Les Paul.

                Saat ini JPI juga tergabung dalam Rockstar Conspiracy, band rock yang digawangi oleh rocker-rocker seperti, Krisyanto (vokal). Krisna J. Sadrach (bass), John Paul Ivan (gitar), Ovy /Rif (gitar) dan Richard Mutter (drum).
                ==========================================================
                Gear
                ==========================================================
                JPI GUITARS
                The Gibson Guy

                ==========================================================
                1. Gibson Les Paul Classic 1960, cherry sunburst, with Seymour Duncan '59 (bridge) & Gibson Classic '57 (neck) pick ups

                2. Gibson Les Paul Jimmy Page, honeyburst, with Seymour Duncan pick ups : SH-4 JB model (bridge) & SH-2 Jazz model (neck).

                3. Gibson EDS-1275 double neck (12 & 6 strings), candy red, with Gibson standard stock pick ups (album TERAPI VISI & URBANOUSTIC)

                4. Gibson Flying V Jimi Hendrix, ebony black, with Gibson standard stock pick ups.
                 
                5. Gibson SG '61 reissue, cherry, with Gibson Classic '57 pick ups (album SEGITIGA & XTRAVAGANZA)
                 
                6. Gibson Les Paul Standard plus, ebony (album URBANOUSTIC)
                 
                7. Gibson Les Paul Reissue Gold Top '56 (album TERAPI VISI, single NEISKA EROTIKA)
                 
                8. Gibson Les Paul Reissue Custom Black Beauty '57, Tripple pick ups
                 
                9. Gibson Les Paul Reissue Flame Top '59 (album TERAPI VISI, single ZAKIA & NEISKA EROTIKA)
                 
                10. Gibson Les Paul Standard, Tobacco Sunburst (album BOOMERANG)
                 
                11. Fender Mustang (album DISHARMONI)
                 
                12. Fender Telecaster (album URBANOUSTIC)
                 
                13. Ibanez JS-1 (album BOOMERANG)
                 
                14. Jerry Jones Electric Sitar (album URBANOUSTIC, single ZAKIA)
                 
                15. Danelectro Electric Guitar (given to Hard Rock Cafe Jakarta on January, 7th 2005)
                 
                16. Carvin SC-JPI signature, made by Carvin Custom Shop USA in 1997 (album SEGITIGA)
                 
                17. Ovation 1994 limited edition acoustic guitar (album XTRAVAGANZA, single JUST PLAY IT)
                 
                18. Gibson J-55 limited edition acoustic guitar, tobacco sunburst. (album URBANOUSTIC, single NEISKA EROTIKA)
                 
                19. Gibson Chet Atkins Nylon Strings Acoustic (album URBANOUSTIC)
                 
                20. Gibson Les Paul Custom Hollow Body (album URBANOUSTIC)
                ==========================================================
                JPI Amps & FX
                The Magic Sound

                ==========================================================
                1. Marshall 9000 series, all tubes pre & power amp + 4X12" cabinet, celestion speakers (used for live in 1993-1995, for record albums: BOOMERANG & KO, single KEHADIRAN)

                2. Marshall JCM 900 SLX. 100w tubes head + 4X12" cabinet, vintage 30 celestion speakers (used for live in 1996-1998, for record albums: DISHARMONI & SEGITIGA)

                3. Red Bear MK-120, 120w tubes head + 4X12" cabinet, celestion speakers (used for live in 1999-2001, for record album: X'TRAVAGANZA)

                4. Carvin MTS, 100w tubes head + 4X12' cabinet, celestion blue speakers (used for live in 1998-2000, for record albums: SEGITIGA & X"TRAVAGANZA)

                5. Carvin Legacy, 100w tubes head + 4X12" cabinet, celestion blue speakers (used for live in 2000-2003, for record albums: X"TRAVAGANZA & TERAPI VISI, single ZAKIA)

                6. Peavey 5150, 120w tubes head + 4X12" cabinet, celestion speakers (used for record albums: DISHARMONI 1996 & URBANOUSTIC 2004)

                7. Marshall JCM 900 head + 4x12" cabinet (Used for record album U9 - Complex 2006). Marshall JCM 2000 head + cabinet (Used for live performances with U9, and until now)

                Selasa, 27 Desember 2011

                Biografi Tohpati Ario Hutomo

                Tohpati Ario Hutomo (lahir di Jakarta, 25 Juli 1971) adalah seorang gitaris dan penulis lagu Indonesia. Tohpati merupakan salah satu gitaris jazz yang terkenal. Hal tersebut dikarenakan seringnya ia tampil di TV bersama penyanyi-penyanyi pop seperti Krisdayanti, Glenn Fredly, Rossa, Chrisye, dan lain-lain. Banyak karya-karyanya memadukan elemen kebudayaan tradisional sejalan dengan usahanya untuk memadukan unsur modern dan unsur tradisional Indonesia dalam musik-musiknya. Aliran musik jazz-nya dipengaruhi oleh banyak gitaris jazz dunia, tapi yang paling besar dalah pengaruh dari gaya permainan Pat Metheny.
                ===================================================================
                Biodata
                ===================================================================
                Nama lahir Tohpati Ario Hutomo
                Panggilan Tohpati
                Lahir 25 Juli 1971 (umur 40)
                Jakarta, Indonesia
                Pekerjaan musisi
                Tahun aktif 1992 - sekarang
                Hubungan Dewa Budjana
                Balawan
                Indro Hardjodikoro
                Mempengaruhi Trisum
                Tohpati Ethnomission
                Tohpati Bertiga
                Dipengaruhi Pat Metheny
                Pasangan Ratih Mustikawati
                Anak Kanti
                Tisti
                ===================================================================
                Awal Karir

                Sejak masih remaja ia sudah sering tampil di panggung-panggung Jakarta. Bahkan ia pernah menyabet gelar Gitaris Terbaik pada Festival Band se-DKI pada saat usianya baru 14 tahun. Kemudian tahun 1989 juga terpilih menjadi Gitaris Terbaik festival Band se-Jawa. Di tahun itu juga ia menyabet gelar Gitaris Terbaik pada Yamaha Band Explosion tingkat Nasional.
                ===================================================================
                Perjalanan Karir

                Tahun 1993, ia kemudian tergabung dalam grup “Simak Dialog” yang beranggotakan Riza Arshad, Arie Ayunir, dan Indro. Nama yang disebutkan terakhir ini kemudian menjadi orang yang paling sering bermain bersama Tohpati dimana-mana. Bersama “Simak Dialog” Tohpati telah merilis tiga album : Lukisan, Baur, dan Trance / Mission.

                Tahun 1998, Tohpati merilis album solo perdananya. Dalam album ini ia menampilkan beberapa penyanyi seperti Shakila dan Glenn Fredly yang beberapa waktu sebelumnya baru mulai meroket namanya bersama grup “Funk Section”. Untuk mempopulerkan albumnya, Tohpati merilis video clip lagu berjudul Lukisan Pagi yang dibawakan bersama Shakila. Lagu tersebut sangat populer dan menjadi jawara di beberapa tangga lagu di tanah air.
                Album keduanya, Serampang Samba, lebih banyak menyajikan hits-hits instrumental. Berbeda dengan album sebelumnya, kali ini Tohpati hanya merilis video clip lagu Jejak Langkah Yang Kau Tinggal yang dibawakan bersama Glenn Fredly. Serampang Samba juga memuat lebih banyak musik-musik tradisional Indonesia dengan saratnya permainan gitar akustik dan elemen-elemen musik Bali. Bisa dibilang album ini lebih idealis dari album sebelumnya.

                Tohpati Ethnomission sudah merilis satu album, yaitu Save the Planet. Ethnomission memadukan rock dengan musik etnik dan fusion jazz. Grup ini juga berpersonil Indro Hardjodikoro (bas), Endang Ramdhan (kendang), Diki Suwarjiki (suling tradisional), dan Demas Narawangsa (drum). Menurut Tohpati, Ethnomission merupakan proyek pribadi yang lepas dari industri rekaman. Di grup ini, Tohpati mengaku mampu bermain lebih lepas dan lebih mampu berkreasi. “Ini proyek idealis,” katanya. Sepintas embel-embel “mission” segera berasosiasi dengan “Trance/Mission”, judul album simak Dialog (2002) di peralihan adopsi penuh kendang Sunda pada seksi ritme.

                Tohpati yang termasuk pentolannya menghadirkan corak peralihan tersebut pada album solo terbarunya, lewat permainan kendang Endang Ramdan komplementer terhadap tabuh drum Demas Narawangsa. Begitu didengarkan, warna distorsi, manipulasi pedal ekspresi, hingga aksen lengking yang serupa pun mengkonfirmasi jalinan tersebut. Belum lagi gaya rekaman live utuh yang nyaris menihilkan overdub jika mengingat tiga album sebelumnya, yang lebih memiliki polesan manis, yaitu saat masih di bawah label Sony Music. Pembuka “Etno Funk” juga menyimbolkan preferensi gitaris papan atas ini pada kreasi bernunsa tradisi sekaligus kocokan (strumming) funk yang sarat syncopated rhythm. Proporsi yang sudah mulai dibukukan sejak rilis “Tohpati” (1998) itu perlahan condong ke musik etnik.

                Berbicara proporsi pada album simpul dua dunia Tohpati, “East West” adalah porsi fusion kontemporer yang paling gamblang. Tidak mengejutkan kalau tenorist Bob Mintzer muncul dalam unison melodi intervalik yang seolah membalas “Yahoo” ketika dimainkan Yellowjackets dengan bintang tamu Tohpati pada Jak Jazz Festival 2008. Mintzer tanpa kesulitan berarti menemukan ide pembuka yang menawan untuk solo saksofonnya. Fusi sejenis disuntikkan bius groove yang membuka “Rain Forest”dalam atmosfer jam band, walaupun ternyata berakhir dalam tema progresif.

                Di sisi lain terdapat pula tutur cerita “Bedhaya Ketawang” yang menonjolkan suling Diki Suwarjiki dalam balada kontemplatif. “New Inspiration” menampilkan fitur bassist Indro Hardjodikoro sebagai versi baru dari album “It’s Time” (2008) yang memuatnya sebagai medley “Kata Hati (Inspiration)” pada bagian improvisasi duet drum-gitar. Aksi kendang-drum diberi slot pada “Perang Tanding” yang mewujudkan salah satu babak pertunjukkan wayang, dengan “Gegunungan” di babak lainya bagi duet gitar (plus synth) dengan kendang. Apalagi yang lebih tepat mengakhiri guitar-vaganza selain sedikit sentuhan country twang/chicken pluck dalam keriangan “Pesta Rakyat”.
                ===================================================================
                Tour

                Tohpati Ethnomission tampil memukau di Bentara Budaya Jakarta, 22 April 2010 lalu. Permainan musik yang disajikan dalam konser tersebut merupakan  komposisi Instrumental kolaborasi seni musik tradisional dengan seni musik modern.

                Tohpati, Indro Hardjodikoro (bas), Endang Ramdhan (kendang), Diki Suwarjiki (suling tradisional), dan Demas Narawangsa (drum) memang memiliki misi untk mengekspolrasi musik-musik etnik secara total “ Bagi saya musik tradisional Indonesia itu bagus-nagus, karena musik tak bias lepas dari keadaan sosial di sekitar kita” Kata Tohpati. Dalam pertunjukan sekitar dua jam tersebut Tohpati membawakan sembilan buah aransemen lagu daiantaranya Ethno Funk, Let the Bird Sing, Save the Planet, New Inspiration, Jangger, dan Bedaya Ketawang

                Tohpati Ario Hutomo, mengatakan dalam kolaborasinya malam itu mereka berusaha menyatukan instrumen musik tradisional dengan modern. “Saya memilih suling dan kendang", karena kedua alat musik ini bisa berkolaborasi dengan musik yang saya mainkan” kata Tohpati.

                Proses penyatuan kedua jenis musik itu sendiri, jelas Tohpati, memakan waktu cukup lama. Butuh penyeragaman nada antara suling, kendang serta alat musik lainnya. “Kita harus meramu nada-nada dari alat musik tersebut agar menghasilkan suatu musik yang berbeda dari yang lainnya” ungkap Tohpati

                Tohpati berhasil membuat ratusan penonton yang memenuhi pelataran Bentara Budaya Jakarta terpukau. Antusias penonton begitu tinggi hingga pertunjukan berakhir. Bukannya membubarkan diri, mereka justru kompak berteriak meminta grup tersebut tampil lagi.

                Teriakan penonton pun ditanggapi oleh Indro Hardjodikoro dengan permainan solo bass-nya dan permainan drum Demas Narawangsa yang begitu atraktif. Tohpati sendiri memainkan gitarnya dengan penjiwaan yang begitu mendalam. Pukulan kendang Endang Ramdhan yang ditingkahi gentakan drum Demas yang saling melengkapi pun mendapat sambutan yang begitu meriah dari para penonton yang hadir. Tohpati berharap genre musik yang dibawakannya dapat diterima masyarakat. “Dengan adanya genre musik yang kami mainkan masyarakat akan lebih terbuka wawasannya, bahwa sebenarnya musik itu bukan yang itu-itu saja tapi sangat beragam bentuknya.
                ===================================================================
                Diskografi
                ===================================================================
                Halmahera
                • 1995 - Lukisan Pagi
                • 1996 - Alam dan Seniku

                Simak Dialog

                • 1996 - Lukisan
                • 1999 - Baur
                • 2002 - Trance/Mission
                • 2005 - Patahan
                • 2008 - Demi Masa

                Album Solo

                • 1997 - Tohpati
                • 2002 - Serampang Samba
                • 2008 - It's Time
                • 2010 - Tohpati Ethnomission
                • 2011 - Tohpati Bertiga

                Trisum

                • 2007 - Trisum 1st edition
                • 2011 - Trisum Five in One

                Sebagai Musisi Pendukung

                • (1996) Akusti chrisye - Chrisye.
                • (1997) Kala Cinta Menggoda - Chrisye lagu "Gelap Kan Sirna" ciptaan Tohpati.
                • (1998) Salahkan Rembulan - Rita Effendy.
                • (2000) Perempuan (album) - Rita Effendy.
                • (2001) Bahasa Langit - Ebiet G. Ade'
                • (2001) Konser KD - Krisdayanti.
                • (2003) In Collaboration with - Iwan Fals.
                • (2003) Marcell - Marcell Siahaan lagu "Semusim" ciptaan Tohpati.
                • (2004) Cahaya - Krisdayanti.
                • (2004) Senyawa - Chrisye.
                • (2005) The Real Me - Ressa Herlambang.
                • (2005) "Jauh Di Sana" - Icha
                • (2005) Seri Cinta - Indonesian Idol.
                • (2006) Cintai Aku Lagi - Sania
                • (2006) Tribute To Tonny Koeswoyo - Indonesian Idol.
                • (2007) "Kembali" - lagu ciptaan Tohpati - Gya Anandini.
                • (2007) Jadikan Aku Yang Ke 2 - Astrid Sartiasari pada lagu "Cinta Itu".
                • (2008) Hidup - Marcell Siahaan.
                • (2008) Misha Omar - Misha Omar.
                • (2009) Aku Bertahan - Rio Febrian.
                • (2010) The Masterpiece of Rinto Harahap - karya Rinto Harahap.
                • (2010) Sejuta Cinta - CD 3.
                • (2010) Indonesia Mencari Bakat 1.

                Share

                Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites