Laman

Selasa, 27 Maret 2012

Profile The S.I.G.I.T

The S.I.G.I.T dibentuk pada tahun 1997 semasa para personelnya masih duduk di bangku SMA. Nama The Sigit sendiri baru dipakai pada tahun 2002. Tahun 2004 mereka membuat demo EP berisi 6 lagu. Sebelumnya pada awal karier, mereka kerap manggung di acara-acara kampus.

Profil

The Sigit adalah singkatan dari “The Super Insurgent Group of Intemperance Talent“. The Sigit merupakan potret band indie yang melek teknologi dengan memanfaatkan situs jejaring sosial untuk mengenalkan lagu-lagu mereka. Lewat dunia maya pula mereka akhirnya dikenal oleh salah satu pemilik label di Australia yang kemudian menawari band ini untuk membuat album The Sigit versi Australia.

Setelah ‘menguasai’ Australia, kini The Super Insurgent Group of Intemperance Talent (The S.I.G.I.T.) bakal menjelajahi Amerika Serikat. Menurut rencana, band garage rock asal Bandung ini akan tampil dalam South by South West (SXSW) Festival yang merupakan ajang tahunan unjuk kebolehan band-band independen di Austin, Texas pada tanggal 19 Maret 2009 mendatang. Nama The Sigit sudah tercantum sebagai salah satu dari 1163 band yang akan tampil dalam festival yang berlangsung di Submerged tersebut. Selain mereka, ada pula band asal Indonesia lainnya, yaitu White Shoes and The Couples Company yang pada tahun lalu sukses menggebrak SXSW.

Sebelumnya, band yang digawangi oleh Rekti, Farri, Acil dan Adit ini bakal unjuk gigi pula di San Francisco, California. The Sigit akan manggung di Thee Parkside bersama band punk / garage / psychedelic rock asal Los Angeles, Lords of Altamont
pada 15 Maret 2009.

The S.I.G.I.T Bisa Kalem Namun Menggigit

Mengusung aliran musik rock and roll, The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, biasa disingkat The Sigit tidak tabu untuk tampil tanpa distorsi secara langsung di depan ribuan penggemarnya. Hal itu dibuktikan oleh Rektivianto Yoewono [vokal, gitar], Aditya Bagja Mulyana alias Adit [bas], Donar Armando Ekana alias Acil [drum, vokal], dan Farri Icksan Wibisana [gitar] dalam konser tunggal berjudul “The Dyslexia Concert” di The Venue Eldorado Bandung, Sabtu [20/06/09] lalu.

Penampilan yang kalem namun menggigit itu mereka selipkan pada bagian kedua konser. Untuk mendukung musiknya, grup musik yang sudah terbentuk sejak tahun 2002 ini menggandeng Hendi ‘Unyil’ Priyatna yang biasanya tampil bersama The Milo. “Ini pertama kali kita main akustik,” kata Rekti, sang penyanyi.

Sembari memetik gitarnya, dia melantunkan refrain ‘Provocateur’ yang merupakan versi kalem dari lagu ‘Black Amplifier’ yang jadi lagu pembuka dalam konser tunggal pertama The Sigit di Indonesia ini. Menariknya lagi saat Insurgent Army-sebutan untuk penggemar mereka- menyanyi bersama, tiba-tiba dinding dan langit-langit The Venue mendadak berkerlap-kerlip dalam warna biru dan putih.

Kehangatan dan kebersamaan sekitar 2 ribu penonton malam itu benar-benar terasa. Satu persatu, lagu-lagu dari album pertama “Visible Idea of Perfection” seperti ‘New Generation’ dan ‘Live in New York’ dinyanyikan bersama-sama layaknya sebuah paduan suara.

Pengaruh Led Zeppelin pada grup musik ini terasa kental. Lihat saja gaya Farri menggesek senar gitarnya dengan bow atau alat gesek biola yang terbuat dari ekor kuda pada lagu ‘Only Love Can Break Your Heart’. Tembang milik rocker Inggris, Neil Young ini berhasil dibawakan dengan apik oleh Rekti, yang mengaku itu lagu favoritnya.

The Sigit yang sempat menjelajah sembilan kota dan tampil di 16 panggung selama sebulan penuh saat di Australia itu melanjutkan konsernya dengan raungan gitar elektrik lewat ‘Alright’, ‘Up and Down’, ‘The Party’, ‘Bhang’, ‘Midnight Mosque Song’, dan ‘Did I Ask Your Opinion’ yang merupakan soundtrack dari film Catatan Akhir Sekolah.

Lepas itu, grup musik yang baru saja pulang dari tur di Amerika ini ‘berupaya’ menyudahi konsernya lewat ‘Nowhere End’. Sebelum dinyanyikan, para personil The Sigit membagikan puluhan tamborin untuk dibunyikan bersama-sama. Pada bagian akhir, masing-masing personil memegang stik drum dan meninggalkan instrumennya. Mereka menggebuk dengan irama yang semakin cepat sampai akhirnya keluar dari panggung.

Setelah melepas semua kemeja hitam yang sedari awal dikenakannya, Rekti, Adit, Acil, dan dan Farri kembali naik ke panggung. Mereka menyelesaikan encore dengan permainan musik yang lebih ‘liar’. Encore adalah babak tambahan dalam suatu konser, yang biasa [dulunya] dimainkan berdasarkan permintaan penonton begitu pertunjukan berakhir. Dalam bahasa Prancis, encore berarti lagi.

Untung saja pilihan lagu pada bagian akhir ini tepat. Sehingga para penonton tanpa dikomando ikut menyanyikan lagu ‘Clove Doper’, ‘Soul Sister’, dan ‘Money Making’. Sebagai penyempurnanya, penonton diguyur oleh uang-uangan kertas dari atas gedung pertunjukkan.

Selasa, 03 Januari 2012

Abdee Negara - Biografi

Abdee Negara (lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, 28 Juni 1968; umur 43 tahun) adalah gitaris, vokal pendukung, penulis lagu dan produser yang berasal dari Indonesia. Ia adalah salah satu gitaris Slank dengan gitaris lainnya, Ridho dan pernah bermain dengan gitaris nasional dan internasional lainnya, salah satunya Paul Gilbert. Selain Slank, band utamanya, Abdee juga memproduseri band Indonesia lainnya, Serieus. Sejak memulai karier musiknya, Abdee selalu bermain dan mempersembahkan gaya rock-blues.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Karir Musik
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • 1988- belajar teori musik di ILW sambil bermain band dengan Ivan N Flash Band.
  • 1990-1997 jadi session player di studio dan panggung
  • 1997 akhir, bergabung dengan Slank sampai sekarang.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Diskografi
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
  • Tujuh (1997)
  • Mata Hati Reformasi (1998)
  • Konser Piss 30 Kota (1998)
  • 999 + 09 1 (1999)
  • 999 + 09 11 (1999)
  • Ngangkang (2000)
  • Virus (2001)
  • Virus Road Show (2000)
  • Satu Satu (2003)
  • Bajakan (2003)
  • P.L.U.R (2003)
  • Slankissme (2005)
  • Since 1983 - edisi Malaysia (2006)

Sylvester Stallone - Biografi

Sylvester Gardenzio Stallone (lahir di New York City, Amerika Serikat, 6 Juli 1946; umur 64 tahun) adalah aktor, sutradara dan penulis naskah film Amerika Serikat. Ia mempunyai nama panggilan "Sly". Nama tengahnya kadang-kadang dipanggil "Enzio," dan ada di A&E salah satu biografi aktor, The Rocky Road to the Top, ibunya memberikan nama tengah "Gardenzio." Ia termasuk salah satu legenda besar yang sukses dalam film aksi laga, peran-perannya antara lain dalam serial Rocky dan Rambo.

===================================================================
Kehidupan
===================================================================
Pemuda ini dilahirkan dari keluarga miskin di New York. Ibunya terpaksa melahirkan da ditangga pintu sebuah sekolah. Akibat kelahiran yang tak lancar, ia menderita kelainan saraf di bagian mukanya, sisi kanan wajahnya menjadi tidak normal. Ia juga berbicara gagap, dan ujung bibirnya selalu tertarik ke bawah. Ia kerap diejek sebagai tokoh film kartun kucing di Looney Tunes yang kebetulan mirip namanya. Karena kekurangannya, di usia remaja ia dimasukkan ke sekolah bagi anak yang mempunyai kebutuhan khusus.

Ia mempunyai mimpi untuk menjadi aktor. Untuk mengejar mimpinya menjadi aktor terkenal, pemuda ini mengikuti audisi kemana-mana. Akan tetapi wajahnya yang “seperti cacat mental” dan gaya bicara yang gagap, serta aktingnya yang terlihat kaku, membuat ia selalu ditolak untuk peran apapun yang diinginkannya. Tetapi ia pantang menyerah, anda akan kaget mengetahui berapa kali ia ditolak agen di New York. Ia di tolak sebanyak 1500 kali, bahkan jumlah seluruh agen film di New York tidak sebanyak itu. Artinya, beberapa agen sudah menolaknya berkali-kali.

Setelah gagal audisi dimana-mana, akhirnya ia nekat. Untuk mendapatkan peran pertamanya ia terpaksa ngotot. Ia datang kesebuah agency pukuk 04.00 sore tetapi agen film yang didatangi menolak untuk bertemu dengannya. Keesokan paginya ketika sang agen datang ke kantor ia menemukan si pemuda tetap menunggu. Ia menunggu semalaman. Akhirnya agen tersebut tak tega dan memberinya kesempatan. Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini sudah merupakan trobosan baginya. Setidaknya memberi nilai tambah bahwa ia pernah main film. Ia pikir jalannya akan lebih mudah.

Tapi ternyata karirnya tidak beranjak. Ia menemui kegagalan demi kegagalan berikutnya untuk mendapatkan peran lain. Ia bahkan pernah mengambil peran dalam filim semi-porno dengan bayaran rendah US$ 200 untuk 2 hari shooting. Setelah itupun karirnya tidak beranjak. Ia tidak bisa membayar alat pemanas kamar ketika suhu sangat dingin di New York. Ia terpaksa keperpustakaan membaca, sekedar untuk mendapat suhu yang hangat. Dari buku yang dibaca di perpustakaan ia akhirnya mendapat ide untuk menlis naskah film. Ia berhasil menjual satu naskah film senilai US$ 100.

Hidupnya tak kunjung membaik. Istrinya mulai tak tahan dengan obsesinya. Istrinya selalu bilang cari pekerjaan sungguhan yang tidak ada hubungannya dengan acting, tapi ia tetap bersikeras tidak ingin mengubur impiannya di dunia acting. Hidupnya makin sulit, ia terpaksa menjual perhiasan istrinya.

Pada titik terendah dalam hidupnya ia terpaksa menjual anjing kesayangan bernama Timmy. Ia berusaha keras selama berbulan-bulan sampai satu hari ia sama sekali tidak punya uang. Timmy sangat dekat dengannya, seperti sahabat, dengan terpaksa ia menjual anjingnya hanya dengan harga US$ 25 untuk bisa menyambung hidupnya, karena sudah betul-betul bangkrut, sampai tidak bisa makan. Saat itu ia menangis.

Dalam kegalauan ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner, seorang petinju lemah yang menurut ramalah banyak orang akan dapat dirobohkan selama 3 ronde, ternyata Webner mempunyai kemantapan dan kekerasan hati. Ia dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali karena tak mau menyerah. Pemuda itu sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang sebuah film yang akan ia tulis naskanya. Malam hari itu juga ia menulis dan menulis selama 3 hari tanpa berhenti, hingga naskah filmnya selesai. Ia sangat gembira dengan naskah tersebut, akarena dalam pikirrannya ia tahu bahwa naskah cerita tersebut akan menjadi sebuah film yang mengubah hidup dan nasibnya. Tangannya sampai bergetar saat memandangi naskah itu.

===================================================================
Awal Karir
===================================================================
Lalu Ia mengajukan tulisannya kepada para produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan serius atas naskah cerita tersebut. Tetapi ia tak pernah berhenti berusaha. Ia menawarkan naskah ceritanya dan di tolak lebih dari ratusan kali kepada semua produser dan studio film. Sampai suatu hari, ada sebuah studio yang berani membeli naskahnya senilai US$ 20.000 dengan syarat tokoh utamanya dibitangi oleh Ryan O’Neal dan Brut Reynolds.

Ia senang sekali mendapat penawaran itu, akan tetapi ntotot ingin tetap membintangi sendiri film tersebut. Lalu ia menawarkan diri bermain Cuma-Cuma. Sang sutradara menolak. Walaupun sesungguhnya sangat membutuhkan uang, ia bersikeras menolak menjual naskah tersebut kecuali jika ia bisa menjadi bintangnya. Sang produser terus menaikkan tawarannya $80.000, $125.000, $250.000 sampai $325.000, tetapi si pemuda bersikeras tidak akan mau menjual naskah filmnya kecuali ia berperan menjadi tokoh utamanya. Ia berjanji akan bermain bagus.

Akhirnya produser setuju dan menjadikan dia tokoh utama dalam film tersebut, namun hanya dengan bayaran $20.000 untuk naskah cerita ditambah $340 perminggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapat penghasilan bersih $6.000 bukannya $325.000

Ini adalah kisah sylvester stallone atau bisa disingkat “sly”. Sly sadar, setelah 1500 kali penolakan, naskah film Rocky yang dibuatnya mungkin satu satunya pintu gerbang untuk menjadi peran utama, karena itu ia tidak mau melepas peran Rokcy untuk orang lain. Sekalipun ber-budget rendah US$1.000.000 dan dibintangi aktor tidak terkenal saat itu, yaitu stallone sendiri, film ini meledak di pasaran dan menghasilkan uang senilai US$ 200.000.000 atau 200 kali lipat.

Dari film Rocky yang dibintanginya ia dinominasikan meraih Academi Award sebagai aktor terbaik. Film tersebut memenangkan tiga Oscar untuk film terbaik, sutradara terbaik dan skenario film terbaik. Setelah Rocky, kesuksesan terus mengiringinya selama beberapa dekade ke depan. Ia kembali sukses menjadi ikon action movie dalam karakter Rambo. Pemuda keturunan itali ini menjadi ikom machismo (kejantanan) dalam film action Holywood.

Ia menjadi aktor pencetak box office terbesar didunia sepanjang tahun 1970 sampai 1990. Serial Rocky (Rocky 1-5) dan Rambo (1-4) meraih hampir US$1 miliar, dan menjadikan Stallone seoarng bintang film internasional termahal. Apa yang dicapainya kini merupakan buah keteguhannya mempertahankan mimpi untuk menjadi bintang film.

Seandainya ia merelakan naskah Rocky dibintangi orang lain mungkin ia mendapat US$325.000 untuk naskahnya tapi ia kehilangan peluang, yang mungkin satu-satunya, untuk menjadi bintang utama. Tentang penolakan yang dialaminya ia berkata “i take rejection as someone blowing a bugle in my ear to wake up and get going, rather than retreat”.

===================================================================
Filmografi
===================================================================
  • Rambo IV (2007)
  • Rocky Balboa (2006)
  • Spy Kids 3-D: Game Over (2003)
  • Shade (2003)
  • Taxi 3 (2003) (kameo)
  • Avenging Angelo (2002)
  • D-Tox (2002) (rilis di DVD sebagai Eye See You )
  • Driven (2001) (penulis juga)
  • Get Carter (2000)
  • Antz (1998) (suara)
  • Junket Whore (1998) (dokumenter)
  • The Good Life (1997)
  • Cop Land (1997)
  • An Alan Smithee Film: Burn Hollywood Burn (1997) (kameo)
  • Daylight (1996)
  • Your Studio and You (1995) (short subject)
  • Judge Dredd (1995)
  • Assassins (1995)
  • A Century of Cinema (1994) (dokumenter)
  • The Specialist (1994)
  • Cliffhanger (1993) (penulis juga)
  • Demolition Man (1993)
  • Stop! Or My Mom Will Shoot! (1992)
  • Oscar (1991)
  • Rocky V (1990) (penulis juga)
  • Lock Up (1989)
  • Tango & Cash (1990)
  • Rambo III (1988) (penulis juga)
  • Over the Top (1987) (penulis juga)
  • Cobra (1986) (penulis juga)
  • Rambo: First Blood Part II (1985) (penulis juga)
  • Rocky IV (1985) (penulis dan sutradara juga)
  • Rhinestone (1984) (penulis juga)
  • Staying Alive (1983) (kameo; penulis, sutradara dan produser juga)
  • Rocky III (1982) (penulis, sutradara juga)
  • First Blood (1982) (penulis juga)
  • Nighthawks (1981)
  • Escape to Victory (1981)
  • Rocky II (1979) (penulis, sutradara juga)
  • F.I.S.T. (1978) (penulis juga)
  • Paradise Alley (1978) (penulis, sutradara juga)
  • Cannonball (1976)
  • Rocky (1976) (penulis juga)
  • No Place to Hide (1975)
  • The Prisoner of Second Avenue (1975)
  • Capone (1975)
  • Death Race 2000 (1975)
  • Farewell, My Lovely (1975)
  • The Lords of Flatbush (1974) (penulis juga)
  • Bananas (1971)
  • Klute (1971)
  • Lovers and Other Strangers (1970)
  • Party at Kitty and Stud's (1970) (dirilis sebagai The Italian Stallion)
  • The Expendables (2009)

Senin, 02 Januari 2012

Power Metal - Profil

PowerMetal adalah band beraliran Heavy metal yang berasal dari Indonesia, PowerMetal pertama kali dibentuk dengan nama Power Band dengan formasi awal Totty M. (vokal), Ipunk (gitar), Pras Hadi (bass), Raymond (keyboard), dan Mugix (drum). Namun formasi tersebut berubah dengan digantikannya posisi vokal oleh Pungky Deaz dan bass oleh Hendix Sanada dan selain itu nama bandnya pun berubah menjadi Power Metal (dengan spasi).

===================================================================
Latar Belakang
===================================================================
Sebelum menjelajahi dunia rekaman, dalam aksi panggungnya grup ini sering membawakan lagu-lagu Metallica, Anthrax, Helloween, Loudness atau Yngwie J. Malmsteen. Belum genap setahun dibentuk, grup band ini sudah menunjukan prestasi cukup membanggakan, antara lain dengan keherhasilannya menyabet juara pertama Festival Rock Remaja se-Jawa Timur di Lumajang (1987).

Disusul tahun berikutnya meningkat jadi juara pertama Festival Rock se-Jawa di Kediri (1988). Prestasi ini dianggap belum cukup, masih ada satu event festival yang jadi targetnya, yaitu Festival Rock se-Indonesia-nya Log Zhelebour, obsesi Power Metal terbesar saat itu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perjalanan Tahun 90-an
Menjadi juara di ajang Festival Rock se-Indonesia Log Zhelebour adalah salah satu obsesi tertinggi Power Metal. Alhasil, dalam Festival Rock se-Indonesia V (1989), Power Metal menjadi juara. Selain itu Hendrix Sanada juga terpilih sebagai the best bassist.

Waktu itu Power Metal sama sekali tidak menyangka bisa jadi juara. Grup band yang dianggap rival terberatnya saat itu adalah Andromedha (Surabaya), Kaisar (Solo) dan Roxx (Jakarta). Kemenangannya ini sekaligus menjadi awal perjalanan karier Power Metal menembus dunia rekaman.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tour Bersama God Bless

Sebagai promotor merangkap produser, Log Zhelebour memang belum menjanjikan grup band juara pertama Festival Rock se-Indonesia langsung teken kontrak rekaman album, baru sebatas direkam di album kompilasi 10 Finalis Festival Rock se-Indonesia V, tapi mereka dijanjikan ikut tour 10 kota, kebetulan waktu itu Log mempersiapkan pagelaran Tour Raksasa God Bless (1990).

Selain Power Metal, tour God Bless ini juga didampingi Elpamas dan Mel Shandy, di tengah persiapan tour, Power Metal diguncang hengkangnya Pungky, lalu diikuti Hendrix Sanada, hal ini membuat sisa personelnya kalang-kabut mencari vokalis dan pemain bas pengganti Pungky dan Hendrix, Arul Efansyah, vokalis Big Boys dari Banjarmasin pun dilirik.

Akhirnya Arul yang pernah dinobatkan sebagai the best vocalist di Festival Rock se-Indonesia V menggantikan posisi Pungky, tinggal pemain basnya yang belum didapat, untuk sementara belum ada pemain tetap, mereka memakai additional musician, diantaranya ada nama Roy Oracle dan Didiet Shaksana.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Rekaman Album
Usai mengikuti tour, akhirnya tawaran rekaman datang dari Log Zhelebour, selama persiapan membuat album, Arul dkk dikarantina di sebuah vila di daerah Malang – Jawa Timur, hampir sebulan mereka dikarantina untuk membuat lagu. Begitu materi lagu sudah siap, mereka kembali kelimpungan siapa yang menjadi pemain bassnya, sementara mereka harus secepatnya masuk studio, akhirnya digaet Prass Haddy, pemain bas di band Pelni. Karena terikat dengan pekerjaan, posisinya membantu sebatas rekaman sampai album keluar. Dengan persiapan cukup matang, proses rekaman mereka berjalan mulus.

Dengan formasi Arul Efansyah (vokal), Ipunk (gitar), Prass Haddy (bas), Raymond Ariasz (kibor), dan Mugix Adam (dram), Power Metal berhasil merampungkan album perdananya diberi judul Power One (1991), yang dirilis dibawah bendera Logiss Records. Lewat debut albumnya ini, Power Metal langsung melesat ke putaran orbit grup rock papan atas. Mereka mulai diperhitungkan, setidaknya popularitas Power Metal sudah sejajar dengan band seniornya alumni Festival Rock se-Indonesia, seperti Elpamas dan Grass Rock.

Album Power One mendapat sambutan menggembirakan dari rockers mania. Album ini sendiri melahirkan sejumlah hits, diantaranya Angkara, Satu Jiwa, Pengakuan dan Bayangan Dirimu. Di samping dua lagu lainnya, yakni Malapetaka dan Cita Yang Tersita.

Kesuksesan album ini membuat Power Metal diganjar penghargaan sebagai Pendatang Baru Terbaik di ajang BASF Awards 1991. Angka penjualan kaset album Power One sendiri waktu itu laku di atas 300 ribu kopi. Sebuah angka penjualan yang cukup fantastik untuk sebuah grup rock beraliran heavy metal. Sementara grup rock yang bisa menembus angka itu baru God Bless, lewat album Semut Hitam (1989).
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pergantian Personil
Sukses album pertama, Power Metal kembali menanda-tangani kontrak untuk album kedua. Di tengah persiapan album kedua, Ipunk mengundurkan diri, dan posisinya digantikan Lucky Setyo W, gitaris Andromedha Rock Band yang juga The best guitaris di Festival Rock se-Indonesia V. Album kedua berjudul Power Mission dirilis pada tahun 1992, diikuti album Power Demons (1993), Serigala (1995), dan Pesta Dansa (1996).

Perubahan personel terjadi lagi. Raymond dan Mugix mundur. Sementara itu Power Metal harus dikejar target menyiapkan album baru lagi. Untuk mengisi kekosongan itu, akhirnya ditariklah Ekko Dinaya (drummer) dan James Ireng (kibor). Album Peace,Love & War (1998) dirilis. Sayang, album ini lagi-lagi kurang mujur di pasaran walau secara musikalitas bagus.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perjalanan Pasca 90-an
Power Metal lama vakum. Setelah lama tak terdengar, akhirnya Power Metal merampungkan album ke-7, Topeng-Topeng Murka di tahun 2002, yang proses rekamannya sampai mixing-nya dilakukan di Studio Natural– Surabaya. Sedang proses mastering-nya dikerjakan di Studio 301, Sydney – Australia. Proses penggarapan album ini butuh waktu hampir 2 tahun. Power Metal saat itu diperkuat Arul Efansyah (vokal), Ipunk (gitar), Endro (bas), Raymond Ariasz (kibor), dan Ecko Dinaya (drummer). Endro, mantan pencabik bas Red Spider, dan Ekko Dinaya, mantan drummer Eclips yang sudah gabung duluan di album Peace, Love & War.

Tahun 2004, Power Metal mendampingi Helloween (2004) saat manggung di Surabaya. Sebelumnya tahun 1990-an mereka juga mendampingi Sepultura, band thrash metal asal Brasilia, saat manggung di Tambaksari Surabaya.

Di tahun 2005, album ke-8 berjudul Kebesaran-Mu beredar. Hits-hits andalan di album tersebut antara lain, Lagu Kebebasan, Srigala Malam dan lagu religi yang bertajuk KebesaranMu.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sempat Kehilangan Arul Efansyah
Setelah merilis album KebesaranMu, Power Metal sempat kembali vakum dari panggung musik rock, sehingga, Arul Efansyah kembali ke kampung halamannya di Banjarmasin. Kawan-kawannya di Power Metal kehilangan kontak dengan Arul sehingga akhirnya membuat mereka berinisiatif mencari dan mencoba-coba beberapa vokalis baru, tapi tak lama, salah seorang penggemar Power Metal berangkat ke Banjarmasin dan berhasil menemui Arul, di medio akhir 2009.

Arul kembali ke Jakarta untuk bergabung lagi dengan Power Metal yang saat itu telah mengalami pergantian personel, posisi keyboardist di-handle Sastro Adi yang juga additional band Blackout, dan pada bassist yang dibetot oleh Sababa ato biasa di panggil Baba. Ia jebolan festival musik di kota Gresik Jawa Timur.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kolaborasi Dua Gitaris

Di tahun 2010, Power Metal kembali menelorkan album yang diberi judul Power Metal IX (sembilan) yang berarti album tersebut adalah album kesembilan Power Metal, di album ini pula dua gitaris handal Power Metal yang tidak pernah bersatu dalam satu album yaitu Ipunk dan Lucky Setyo di satukan, ditunjang pula oleh permainan keyboard Sastro Adi yang menambah apik harmonisasi dan progresivitas pada alunan musik Power Metal.

Namun ada juga lagu lama yang sempat hits di album pertama (Power One) yang di aransemen ulang yaitu lagu yang berjudul Satu Jiwa - empowered. Perubahan lainnya, sejak album ini nama Power Metal dieja tanpa spasi menjadi PowerMetal, berbeda dengan ejaan mereka sebelumnya, harapannya supaya mereka tak berpisah lagi.

===================================================================
Diskografi
===================================================================
  • Power One (1991):
  • Power Mission(1992):
  • Power Demons(1993)
  • Serigala(1995)
  • Pesta Dansa(1996)
  • Peace, Love & War(1998)
  • Topeng-Topeng Murka(2002)
  • Kebesaranmu(2005)
  • Power Metal - IX (2010)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Formasi dan Personil

1986-1988 :
  • Totty M - Vokal
  • Ipunk - Gitar
  • Pras Hadi - Bass
  • Raymond - Keyboard
  • Mugix - Drum
1988-1989 :
  • Punky Deas - Vokal
  • Ipunk - Gitar
  • H Sanada - Bass
  • Raymond - Keyboard
  • Mugix - Drum
1989-1991 :
  • Arul Efansyah - Vokal
  • Ipunk - Gitar
  • Pras Hadi - Bass
  • Raymond - Keyboard
  • Mugix - Drum
1991-1996 :
  • Arul Efansyah - Vokal
  • Lucky S.W - Gitar
  • F Rossi - Bass
  • Raymond - Keyboard
  • Mugix - Drum
1996-2000 :
  • Arul Efansyah - Vokal
  • Lucky S.W - Gitar
  • F Rossi - Bass
  • James Fistgerald [Ex-Andromedha] - Keyboard
  • Eko Dinaya [Ex-Eclips Band] - Drum
2000-2005 :
  • Arul Efansyah - Vokal
  • Ipunk - Gitar
  • Endro - Bass
  • Raymond - Keyboard
  • Eko Dinaya - Drum
2005-sekarang :
  • Arul Efansyah - Vokal
  • Ipunk - Gitar
  • Lucky S.W - Gitar
  • Babah - Bass
  • Sastro Adi - Keyboard
  • Eko Dinaya - Drum

Minggu, 01 Januari 2012

Yngwie Malmsteen - Biografi

Lars Johann Yngwie Lannerback atau Yngwie Malmsteen di lahirkan tanggal 30 Juni 1963 di Stockholm, Swedia. Pernikahan ayah Yngwie (seorang kapten tentara) dan ibunya (Rigmor - seniman) diakhiri dengan penceraian tidak lama setelah Yngwie lahir. Di samping itu Yngwie juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Ann Louise dan kakak lelaki Bjorn. Yngwie terlahir sebagai anak bungsu yang liar, tidak bisa diatur dan ceria.

===================================================================
Awal Kehidupan
===================================================================
Pada awalnya Yngwie mencoba untuk mempelajari piano dan trumpet tetapi ia tidak dapat menguasai alat musik tersebut. Acoustic guitar (gitar bolong) yang dibeli oleh ibunya pada waktu dia berusia 5 tahun juga tidak disentuh Yngwie dan dibiarkan bergelantung di dinding.

Pada usia 10 tahun, Yngwie menggunakan nama kecil dari ibunya "Malmsteen", mengfokuskan seluruh energi dia dan berhenti bersekolah. Di sekolah Yngwie dikenal sebagai pembuat onar dan sering berantem, tetapi pintar dalam pelajaran bahasa Inggris dan seni. Ibunya yang menyadari bakat musiknya yang unik, mengizinkan Yngwie tinggal di rumah dengan rekaman dan gitarnya. Setelah menyaksikan violinis Gideon Kremer membawakan komposisi Paganini: 24 Caprices di televisi, Yngwie akhirnya mengetahui bagaimana cara mengawinkan musik klasik dengan skill permainan dan karismanya.

Sampai akhirnya pada tgl 18 September 1970, Yngwie melihat sebuah acara spesial mengenai meninggalnya Jimi Hendrix. Di situ Yngwie yang masih 17 tahun tsb menyaksikan bagaimana Jimi Hendrix menghasilkan bunyi feedback guitar dan membakar gitarnya di depan penonton. Pada hari wafatnya Jimi Hendrix tsb lahirlah permainan gitar Yngwie.

Yngwie yang penasaran tersebut kemudian membeli sebuah Fender Stratocaster murah, mencoba memainkan tembangnya Deep Purple dan menghabiskan banyak waktu untuk mengetahui rahasia dari alat instrumen dan musiknya sendiri. Kekaguman Yngwie terhadap Ritchie Blackmore (gitaris Deep Purple) yang dipengaruhi oleh musik klasik dan kekaguman terhadap kakak perempuannya yang sering memainkan komposisi Bach, Vivaldi, Beethoven, dan Mozart, memberikan ide kepada Yngwie untuk menggabungkan musik klasik tersebut dengan musik rock. Yngwie terus bermain seharian penuh sampai tidurpun dia masih tetap bersama gitarnya.

===================================================================
Karir
===================================================================
Yngwie dan beberapa temannya merekam 3 lagu demo dan dikirim ke studio rekaman CBS Swedia, tetapi rekaman tersebut tidak pernah digubris atau diedarkan. Oleh karena frustasinya, Yngwie menyadari bahwa dia harus meninggalkan Swedia dan mulai mengirimkan demo rekaman dia ke berbagai studio rekaman di luar negeri. Salah satu dari demo tape Yngwie ternyata jatuh ke tangan konstributor Guitar Player dan pemilik Shrapnel Records: Mike Varney. Akhirnya Yngwie mendapat undangan ke Los Angeles untuk bergabung dengan band terbaru Shrapnel: "Steeler" dan seterusnya yang disebut sebagai sejarahnya. Pada bulan February 1983 Yngwie berangkat dari Swedia ke Los Angeles dengan bekal keahlian dan gaya permainan barunya.
Selanjutnya permainan Yngwie dikenal dunia dengan permainannya yang sangat cepat di intro lagu "Hot On Your Heels". Yngwie kemudian pindah ke group band Alcatrazz, sebuah band yang bergaya "Rainbow" dan didirikan oleh penyanyi Graham Bonnett. Walaupun telah bergabung dengan Alcatrazz yang menampilkan sekian banyak solo hebat di lagu "Kree Nakoorie", "Jet to Jet," dan "Hiroshima Mon Amour", Yngwie masih merasa terlalu dibatasi oleh band itu sendiri. Akhirnya Yngwie berpikir bahwa hanya album sololah yang menjadi solusi terbaik.

Album solo pertama Yngwie: Rising Force (kini dinobatkan sebagai kitab musik rock Neo-Classical) berhasil memasuki nomor 60 di tangga Billboard charts untuk musik instrumental gitar tanpa berbau komersil. Album ini juga memenangkan nominasi Grammy untuk Instrumental Rock Terbaik. Tidak lama kemudian Yngwie terpilih sebagai Gitaris Pendatang Baru Terbaik di berbagai majalah dan media, Gitaris Terbaik Tahun Itu, dan Rising Force menjadi Album Terbaik untuk tahun itu juga.

Pada 22 June 1987 mendekati ultah Yngwie yang ke-24, Yngwie mengalami kecelakaan dengan mobil Jaguarnya yang mengakibatkan dia koma hampir seminggu. Penyumbatan darah pada otak Yngwie juga menyebabkan tangan kanannya tidak berfungsi. Karena takut akan karirnya yang akan berakhir itu, Yngwie dengan susah payah mengikuti terapi untuk memulihkan kembali tangan kanannya. Setelah itu Yngwie mendapat cobaan lagi dari kematian ibunya di Swedia akibat penyakit kanker yang menghabiskan banyak biaya medical. Jika Yngwie orang lain, mungkin sudah menyerah dengan nasib seperti itu, tetapi Yngwie justru berubah dan kembali ke musiknya dengan semangat tinggi.

Setelah itu Yngwie meluncurkan album yang laris manis seperti Odyssey, Eclipse, Fire & Ice, Seventh Sign, I Can't Wait, Magnum Opus, Inspiration, Facing the Animal, Alchemy, War To End All Wars dan akhirnya Yngwie berhasil mewujudkan cita-citanya untuk bermain bersama sebuah Orkestra penuh di salah satu album terbarunya: Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra in Eb minor, Op. 1 (tahun 1998).

Ketika merelease albumnya Eclipse (1990), Yngwie sempat tour dan membuat konser yang sukses di Indonesia (Jakarta, Solo, & Surabaya). Rencananya pada bulan July 2001 ini Yngwie juga akan konser kembali di Indonesia, namun dibatalkan karena pemerintah USA & istrinya menasehati Yngwie akan keamanan politik di Indonesia. Padahal tiket Yngwie sudah sempat laku keras di Indonesia, penggemar Yngwie di Indonesia boleh kecewa. Kapan lagi Yngwie akan konser di Indonesia apabila keadaan politik Indonesia masih seperti ini?

Album-album berikutnya adalah Attack!! yang memuat nomor hits instrumental Baroque & Roll. Pada tahun 2003, Yngwie diajak bergabung dalam formasi G3 bersama Joe Satriani dan Steve Vai yang menelurkan 1 album dan 1 video. Setelah selesai tur bersama G3, ia merampungkan album terbarunya Unleash The Fury. Album tersebut direlease diawal taun 2005.

===================================================================
Diskografi
===================================================================

Steeler

Date of Release Title Label Chart positions US sales
1983 Steeler Shrapnel

Alcatrazz

Date of Release Title Label Chart positions US sales
1983 No Parole from Rock 'n' Roll Polydor 128
Live Sentence 133
2010 Live '83 Deadline

No Parole from Rock 'n' Roll Tour Live in Japan 1984.1.28 Audio Tracks


Solo

Year Album details Peak chart positions
SWE US
1984
Rising Force
  • Released: 1984
  • Label: Polydor
  • Format:
14 60
1985
Marching Out
  • Released: October 1985
  • Label: Polydor
  • Format:
9 54
1986 Trilogy
  • Released: 1986
  • Label: Polydor
  • Format:
18 44
1988 Odyssey
  • Released: March 1988
  • Label: Polydor
  • Format:
7 40
1989 Trial by Fire: Live in Leningrad
  • Released: October, 1989
  • Label: Polydor
  • Format:
31 128
1990 Eclipse
  • Released: 1990
  • Label: Polydor
  • Format:
12 112
1991 The Yngwie Malmsteen Collection
  • Released: November, 1991
  • Label: Polydor
  • Format:
1992 Fire and Ice
  • Released: 1992
  • Label: Elektra
  • Format:
11 121
1994 The Seventh Sign
  • Released: February 18, 1994
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
11
Power and Glory (Japanese CD Single)
  • Released: September 21, 1994
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
I Can't Wait (EP)
  • Released: October 21, 1994
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
1995 Magnum Opus
  • Released: June 6, 1995
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
17
1996 Inspiration
  • Released: November 5, 1996
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
35
1997 Facing the Animal
  • Released: September 3, 1997
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
39
1998
Concerto Suite for Electric Guitar and Orchestra in E flat minor, Opus 1
  • Released: February 4, 1998
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
Double Live!
  • Released: September 18, 1998
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
1999 Alchemy
  • Released: September 17, 1999
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
2000 Anthology 1994–1999
  • Released: March 15, 2000
  • Label:
  • Format:
The Best Of: 1990-1999
  • Released: May 9, 2000
  • Label: Dream Catcher
  • Format:
War to End All Wars
  • Released: November 22, 2000
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
2002 Concerto Suite LIVE With the New Japan Philharmonic
  • Released: January 9, 2002
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
Attack!!
  • Released: September 4, 2002
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
37
The Genesis
  • Released: December 30, 2002
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
2004 Oujya Ressou – Instrumental Best Album
  • Released: January 1, 2004
  • Label: Pony Canyon
  • Format:
G3: Rockin' in the Free World
  • Released: March 10, 2004
  • Label: Epic
  • Format:
2005 Unleash the Fury
  • Released: February 23, 2005
  • Label: Universal Music
  • Format:
20th Century Masters — The Millennium Collection: The Best of Yngwie Malmsteen
  • Released: May 24, 2005
  • Label: Polydor
  • Format:
2008 Perpetual Flame
  • Released: October 14, 2008
  • Label: Rising Force Records / Universal Music Japan
  • Format:
52
2009 Angels of Love
  • Released: March 10, 2009
  • Label: Rising Force Records
  • Format:
High Impact
  • Released: December 8, 2009
  • Label: Rising Force Records
  • Format:
2010 Relentless
  • Released: November 23, 2010
  • Label: Rising Force Records / Universal Music Japan
  • Format:

Steve Vai - Biografi

Steve Rio Vai lahir atau Steve Vai pada tanggal 6 Juni 1960 di Carle Place, New York Amerika Serikat. Pada usia 6 tahun, Steve mulai belajar piano. Pada usia 10 tahun, Steve mulai belajar bermain akordeon. Pada usia 13 tahun Steve kemudian mulai deep gitar dan sejak saat itu dilahirkan dari dewa gitar baru. Pada tahun 1974, ia mengambil pelajaran gitar dari gitaris Joe Satriani, dan bermain di banyak band-band lokal, salah satu yang disebut "Vais Steve".

===================================================================
Kehidupan dan Karir
===================================================================
Ia mengakui pengaruh gitaris, termasuk Jeff Beck, Jimmy Page, Glen Buxton, dan jazz fusion gitaris Allan Holdsworth. Vai diikuti pelajaran dengan menghadiri Berklee College of Music, kemudian merekam sepotong promosi bagi mereka di mana ia berbicara tentang audisi untuk Frank Zappa pada usia dua puluh. Steve Vai (pada gitar di antara drum dan keyboard), Frank Zappa dan band saat konser di Memorial Auditorium, 25 Oktober 1980 Buffalo, New York. Dikirimi Vai oleh Frank Zappa sebuah transkripsi Zappa "The Black Page", sebuah instrumental untuk drum, bersama dengan sebuah tape dengan beberapa Vai bermain gitar. Zappa sangat terkesan bahwa, pada tahun 1979, ia menyewanya untuk menuliskan sejumlah solo gitar nya, termasuk beberapa di album Garasi Joe dan Shut 'n' Up Play Yer Guitar seri. Transkripsi ini diterbitkan pada tahun 1982 di The Frank Zappa Guitar Buku.

Setelah yang dipekerjakan sebagai sebuah Transcriber, Vai melakukan overdub di banyak bagian gitar untuk album Zappa's You Are What You Is. Setelah itu ia menjadi anggota band penuh, akan tur pertamanya dengan Zappa pada musim gugur 1980. Salah satu dari mereka menunjukkan awal dengan Vai pada gitar, tercatat di Buffalo, dirilis pada tahun 2007. Sementara tur dengan band Zappa, Vai kadang-kadang meminta penonton untuk membawa skor musik dan melihat apakah ia bisa melihat-membacanya di tempat. Zappa Vai disebut sebagai "virtuoso Italia kecil"-nya dan terdaftar dia di catatan liner sebagai melakukan "gitar stunt" atau "bagian gitar mustahil." Kemudian, Vai adalah seorang seniman fitur pada rekaman Zappa's Universe 1993. Pada tahun 2006 ia kembali ke musik Frank Zappa sebagai tamu khusus pada tur Dweezil Zappa's 'Zappa Plays Zappa', bersama teman-teman dari tahun-tahun awal dengan Zappa.

Setelah meninggalkan Zappa pada tahun 1982 ia pindah ke California, di mana ia merekam album pertamanya, Flex-Able, pada tahun 1983 dan dilakukan di beberapa band. Pada tahun 1985 ia menggantikan Yngwie Malmsteen sebagai gitaris dalam Alcatrazz Graham Bonnet, dengan siapa ia merekam album Mengganggu Perdamaian. Kemudian pada tahun 1985, ia bergabung dengan kelompok mantan Van Halen depan orang David Lee Roth untuk merekam album Eat 'Em and Smile dan Skyscraper.

Pada tahun 1986, Vai bermain dengan John Lydon's Public Image Ltd pada album album (juga dikenal sebagai Compact Disc atau Cassette). Kemudian, pada tahun 1989, Vai bergabung dengan Whitesnake, menggantikan Vivian Campbell. Ketika Adrian Vandenberg cedera pergelangan tangannya tak lama sebelum merekam adalah untuk memulai untuk album Slip lidah, Vai memainkan semua bagian gitar. Vai juga bermain di album Alice Cooper Hei Dewa, bersama dengan Joe Satriani.

Vai terus tur secara teratur, dengan kelompok sendiri dan dengan guru-nya satu kali dan sesama teman instrumentalis gitar Joe Satriani pada seri G3 wisata. Mantan David Lee Roth dan Mr Big bassis Billy Sheehan juga bergabung dengannya untuk tur dunia. Pada tahun 1990, Vai merilis solo kritis acclaimed album Gairah dan Warfare

Lagu "For The Love Of God" ada di posisi # 29 dalam jajak pendapat pembaca 'dari 100 solo gitar terbaik sepanjang masa di Guitar World Magazine. Pada tahun 1994 Vai mulai menulis dan merekam dengan Ozzy Osbourne. Hanya satu lagu dari sesi ini, "My Little Man", dirilis pada album Ozzmosis. Meskipun Vai menuliskan jalur yang ia tidak muncul di album. bagian gitar Nya digantikan oleh Zakk Wylde. Lagu lain, "Dying 'Day", muncul sebagai instrumental Vai album Fire Garden. band Vai anggota di 90 sudah termasuk drummer Mike Mangini, gitaris Mike Keneally, dan bassist Philip Bynoe. Pada tahun 1994 Vai menerima Grammy Award untuk penampilannya pada lagu Frank Zappa Sofa dari album Zappa's Universe.Vai memainkan Ibanez kembar berleher.
Di tahun 1990, Steve merilis album kedua yang berjudul Passion and Warfare. Album ini mendapat pengakuan internasional dan Steve memenangkan polling pembaca majalah Guitar Player dalam 4 kategori yang berbeda. Steve, album ketiga berjudul Sex & Religion dirilis pada tahun 1993 dan keempat album Alien Love Secrets dirilis pada tahun 1995. Pada tahun 1996 album kelima Steve Fire Garden dirilis.

Pada tahun 1999, Steve meluncurkan album keenamnya yang berjudul Ultra Zone. Dalam album ini Steve lebih banyak memfokuskan dirinya dalam komposisi lagu dan bereksperimen dengan gitarnya. 2001 album The Seventh Song dirilis dan album berisi lagu lambat / kidung pernah dirilis Steve dengan ditambah beberapa lagu baru. Dan pada tahun 2001, dalam sebuah Alive Ultra Dunia telah dirilis.

Steve Vai merilis DVD kinerja di The Astoria di London pada Desember 2001. Kinerja menampilkan Billy Sheehan, gitaris / pianis Tony MacAlpine, gitaris Dave Weiner, dan Australia drummer Virgil Donati. Pada bulan Juli 2002, Steve Vai dilakukan dengan Tokyo Metropolitan Symphony Orchestra di Suntory Hall di Tokyo, Jepang, di premier dunia komposer Ichiro Nodaira's Fire String, sebuah konserto untuk gitar listrik dan orkestra 100-sepotong.

Pada tahun 2004, sejumlah komposisi dan pengaturan orkestra termasuk beberapa potong direkam sebelumnya, yang dilakukan di Belanda oleh Metropole Orchestra dalam serangkaian konser berjudul The Sick Hunger. Pada tahun 2003, drummer Jeremy Colson bergabung dengan kelompok Vai, menggantikan Virgil Donati. Vai album terbaru, Sound Teori, dirilis pada tahun 2007. Pada bulan Februari 2005, Vai perdana gitar-ganda (elektrik dan klasik) buah yang ia sebut Suite Blossom, dengan gitaris klasik Sharon Isbin di Teater Châtelet di Paris. Pada tahun 2006, Vai bermain sebagai gitaris tamu istimewa bersama anggota band tamu tambahan Zappa, drummer Terry Bozzio, gitaris-penyanyi Ray White, dan pemain saksofon-penyanyi Napoleon Murphy Brock dalam tur "Plays Zappa Zappa" yang dipimpin oleh Frank putra Dweezil Zappa di Eropa dan AS pada musim semi, serta tur AS pendek pada bulan Oktober.

Pada tanggal 21 September 2006, Vai membuat penampilan khusus di konser Video Games Live di Hollywood Bowl di Hollywood, California. Ia bermain dua lagu dengan Hollywood Bowl Orchestra, Halo Tema, dan sebuah lagu kedua untuk trailer utama dunia untuk Halo 3. Steve Vai membuat penampilan di London Guitar Show di tahun 2007, 28 April 2007 di Pusat Excel. Pada akhir April 2007, Vai dikonfirmasi rilis catatan yang paling terakhir, Sound Teori, pada tanggal 26 Juni. rilis adalah seperangkat dua-CD, sebagian besar bahan dirilis sebelumnya bahwa Vai ulang dan dimainkan dengan orkestra penuh.

Vai mengatakan proyek tersebut merupakan kegembiraan besar karena dia menganggap dirinya seorang komposer lebih dari gitaris, dan dia senang melihat musik ia telah menyusun dimainkan oleh sebuah orkestra yang dapat bermain dengan baik. Sebuah DVD mengikuti catatan akhir tahun itu. Dia guested pada album Dream Theater, Systematic Chaos, pada lagu "Pertobatan". Kemunculan tersebut vokal daripada instrumental, sebagai Vai hanya salah satu tamu banyak musik direkam. Lagu ini memiliki kontribusi dari banyak seniman, dengan tujuan meminta maaf kepada orang-orang penting dalam hidup mereka untuk kesalahan yang dilakukan di masa lalu mereka. Pada tanggal 29 Agustus 2009, ia muncul di panggung dengan Dream Theater selama pertunjukan akhir tur Bangsa Progresif mereka di Teater Yunani, di mana ia tampil di improvisasi jam dengan para musisi lain dalam tur. Broken majalah Records (Volume 1, Edisi 3) mengutip Vai yang mengatakan, "Saya menikmati menantang diri untuk datang dengan ide-ide baru yang saya percaya yang unik."

Pada tahun 2010, Vai merilis beberapa "VaiTunes" single track yang direkam sebelumnya dan kemudian selesai. Mereka tersedia di www.vai.com, iTunes dan Amazon.com. Pada tanggal 14 September 2010, Steve merilis "Di mana The Wild Things Are" sebagai vinyl ganda melalui labelnya Favored Nations dan membuat penampilan tamu dengan Rickey Minor dan The Tonight Show Band di NBC. Pada bulan Oktober, 2010 Steve menyelesaikan simfoni penuh pertama dan melakukan komposisi di Steve Vai Festival yang menampilkan Vai dan Belanda Utara Symphony Orchestra (nTidak) pada 20-24 Oktober, 2010. Segera setelah menunjukkan Belanda, Steve memulai bagi AS untuk judul "Hendrix Experience Tour" yang menampilkan Eric Johnson, Kenny Wayne Shephard, Susan Tedeschi, Billy Cox, Vernon Reid, Robert Randolph, Johnny Lang, Brad Whitford dan lainnya top-notch gitaris.

Vai menikah dengan Pia Maiocco, mantan pemain bass Vixen dan memiliki dua orang anak. Steve Vai juga memproduksi 2 album Natal yang berjudul “Merry Axemas” Vol.1 dan Vol.2 Merry Axemas, membentuk konser G3 dengan Joe Satriani, yngwie malmsteen dan Eric Johnson / Kenny Wayne Shepherd dan terakhir John Petrucci juga bergabung dalam G3.

Belakangan ini Steve Vai lebih memfokuskan diri bereksperimen pada permainan gitarnya di g3 sekarang ini band Steve Vai ditemani seorang pemain bass yang sudah tidak asing yang merupakan best worldbass player Billy Sheehan pada bass, kemudian tony mc alpine pada second gitar dan keyboard, lalu dave weiner pada rhytm gitar, dan jeremy colson yang ngegebug drum.

===================================================================
Diskografi
===================================================================

Studio Albums & EPs

Year Type Album Info
1984 LP Flex-Able
1984 EP Flex-Able Leftovers Leftovers from the Flex-Able session
1990 CD Passion and Warfare Gold (USA), #18 on the Billboard 200 on June 30, 1990
1993 CD Sex & Religion
1995 EP Alien Love Secrets
1996 CD Fire Garden
1998 CD Flex-Able Leftovers (Re-release) re-release of the limited edition 10” vinyl "Flex-Able Leftovers" With bonus tracks
1999 CD The Ultra Zone
2005 CD Real Illusions: Reflections

Live & Orchestral Albums (Inc. G3 (tour))

Year Album
1997 G3: Live in Concert
2001 Alive in an Ultra World
2004 G3: Rockin' in the Free World
2004 Live in London
2005 G3: Live in Tokyo
2007 Sound Theories Vol. I & II
2009 Where the Wild Things Are
2010 Where the Other Wild Things Are

Other

Year Album Info
1998 "Bad Squad" promo 2-tracks CD from Morley to promote the Bad Horsie wah pedal.
2005 "Naked Tracks" This five cd package contains a large selection of tracks from the Vai catalog that have been mixed without the main lead and melody guitar tracks

Compilations

Year Album
2000 The 7th Song - Enchanting Guitar Melodies (Archives Vol. 1)
2001 The Secret Jewel Box
2001 Frank Zappa Original Recordings; Steve Vai (Archives, Vol. 2)
2002 The Elusive Light and Sound, volume 1
2003 Mystery Tracks (Archives Vol. 3)
2003 Various Artists (Archives Vol. 4)
2003 The Infinite Steve Vai: An Anthology
2004 "Vai: Piano Reductions, Vol. 1" (by Mike Keneally)
2008 Steve Vai Original Album Classics
2010 Playlist: The Very Best of Steve Vai
2011 The Essential Steve Vai
===================================================================
Awards dan Nominasi
===================================================================

Grammy Awards

Year Nominated work Award Result
1990 Passion & Warfare Best Rock Instrumental Album Nominated
1994 "Sofa" from Zappa's Universe Best Rock Instrumental Performance Won
1995 "Tender Surrender" from Alien Love Secrets Best Rock Instrumental Performance Nominated
1997 "For the Love of God" from G3: Live in Concert Best Rock Instrumental Performance Nominated
1999 "Windows to the Soul" from The Ultra Zone Best Rock Instrumental Performance Nominated
2001 "Whispering a Prayer" from Alive in an Ultra World Best Rock Instrumental Performance Nominated
No Substitutions Best Pop Instrumental Album Won
2006 "Lotus Feet" Best Rock Instrumental Performance Nominated
2008 "The Attitude Song" Best Rock Instrumental Performance Nominated
2009 "Peaches En Regalia" from Zappa Plays Zappa Best Rock Instrumental Performance Won
2010 "Now We Run" from Where the Wild Things Are Best Rock Instrumental Performance Nominated

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites